Selasa, 17 Maret 2009

Mengejar fatamorgana itu…


Harapan akan masa depan. Itulah fatamorgana air di padang pasir, yang akan terus menyemangati kita untuk terus melangkah. Tidak peduli itu nyata atau tidak, yang pasti bisa membuat sang musyafir tahu kemana dia harus melangkahkan kaki. Tapi yang jadi masalah adalah ketika di pikiran kita, kita tidak punya harapan atau sebenarnya kita punya harapan, tapi pemikiran-pemikiran kita tentang kemustahilan yang membuat kita berhenti melangkah.

Bayangkan, sang musyafir yang ada di tengah padang pasir melihat fatamorgana air, lantas dia berkata “ah itu pasti hanya khayalanku saja, di sini tidak mungkin ada air”.

Kamu tahu apa yang terjadi? Ya, dia akan berhenti melangkah dan meratapi nasibnya. Dia berhenti melangkah! Karena dia sendiri sudah membunuh harapannya. Harapan yang sebenarnya akan mampu membuat dia bangkit untuk melangkah atau bahkan berlari. Itulah harapan. Dan aku tak ingin jadi manusia yang membunuh harapan itu. Sampai kapanpun, harapan itu akan aku simpan di sini, di hati, bersebelahan dengan keimananku pada Sang Pemilik hati, Allah SWT. Dan kaki ini, akan terus melangkah untuk mewujudkan harapan itu sambil terus “merayu” pada Sang Kuasa untuk memenuhi harapanku itu.

Beda dengan musyafir yang melihat fatamorgana air dan ia dengan sekuat tenaganya akan berusaha menggapainya. Apapun yang terjadi, selelah apapun dia, dia tidak akan berhenti, karena dia berharap di sana benar-benar ada air sehingga dia akan bisa mengobati rasa hausnya. Tapi bila di tengah jalan dia sudah tidak kuat ataupun ternyata setelah sampai ternyata itu memang benar-benar hanya sebuah fatamorgana, serahkan semua pada Sang Maha Kuasa, Allah SWT. karena bila ternyata kita kemudian mati sebelum merasakan nikmatnya air, maka itulah takdir yaitu puncak pertemuan dari ikhtiar seorang hamba dan Kehendak Sang Khalik. Tapi tentu saja, matilah kita dengan tersenyum, karena Allah SWT melihat proses usaha yang kita lakukan.

3 Komentar:

Blogger ARISTIONO NUGROHO mengatakan...

Assallamu'alaikum Wr. Wb.
Hi friend, peace...
Story-nya bagus lhoo...
Kalau sempat silahkan berkunjung atau mengikuti blog saya, "Sosiologi Dakwah" di http://sosiologidakwah.blogspot.com
Wassallamu'alaikum Wr. Wb.

17 Maret 2009 pukul 06.22  
Anonymous Anonim mengatakan...

thanks atensinya...
InsyaAllah

23 Maret 2009 pukul 22.50  
Anonymous Anonim mengatakan...

dari sojung neh...hehehe

waduhhh...tulisannya....bagussss....

12 April 2009 pukul 19.47  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda