Selasa, 24 Februari 2009

Pesona Sang Nabi

"Kalau saja aku adalah Muhammad," kata Iqbal, "aku tak kan turun kembali ke bumi setelah sampai di Sidratul Muntaha."

Pesona keteduhan di haribaan Allah, di puncak langit ketujuh, terlalu menggoda untuk ditinggalkan. Apalagi untuk sebuah kehidupan yang penuh darah dan air mata di muka bumi.

Tapi Sidratul Muntaha bukanlah penghentian. Maka Sang Nabi turun ke bumi juga akhirnya. Menembus kegelapan hati kemanusiaan dan menyalakannya kembali dengan api cinta. Cintalah yang menggerakkan langkah kakinya turun ke bumi. Cinta juga yang mengilhami batinnya dengan kearifan saat ia berdoa setelah anak-anak Thaif melemparinya dengan batu sampai kakinya berdarah " Ya Allah, beri petunjuk pada umatku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui."

Segitu besarnya rasa cinta Sang Nabi kepada kita, sampai-sampai beliau rela menaggung semua sakit yang dirasakan umatnya kelak ketika sakaratul maut menjemput karena beliau tahu betapa rasa sakit saat sakaratul maut adalah rasa sakit yang paling menyakitkan? Lantas, patutkah kita tidak mencintainya juga...

(diilhami dari "Serial Cinta" AM)

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda