Kamis, 12 Maret 2009

Aku akan menikah...!


Subhanallah, sebuah kalimat yang indah untuk didengar apalagi untuk diucapkan.. tapi tentu saja kita harus melihat hal apa saja yang melatar belakanginya. Beberapa waktu lalu, setelah masa long journey ku yang hampir 3 mgg, ketika aku baru balik ke Malang seorang temanku, sahabatku ngebet banget pingin ketemu. Semula aku berpikir, dia ada masalah yang berat sampai-sampai ingin sekali ketemu denganku. Akhirnya, jadilah kita ketemu di warung jamur sengkaling Soekarno-Hatta jam 16.15. Ya setelah cuap2 tentang liburanku, tibalah waktunya dia mengatakan ”Aku akan menikah”.

Sebuah kalimat singkat, jelas dan padat. Sebuah kalimat yang syarat makna, apalagi bagi seorang perempuan. Karena dia harus siap menyerahkan semua hidupnya pada seorang yang bisa jadi asing sama sekali baginya. Semua hak dan kebebasannya akan ”diintervensi” oleh orang yang tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Tapi bersama orang itulah, segalanya akan ia mulai, sebuah keluarga, sekelompok generasi penerus penegak panji-panji Islam.


Mungkin di hati ini terbersit rasa iri, ingin segera menyusulnya.

Mungkin di hati ini terlintas rasa kecewa, karena semuanya tidak akan sama lagi.

Mungkin di hati ini ada sesuatu yang perih, karena persahabatan kita akan berakhir.


Tapi rasa bahagia telah memupus semua.

Bukankah Allah telah menuliskan semuanya, tidak hanya kapan kita menikah, tapi lengkap dengan siapa dan bagaimana prosesnya.


Cinta di dada ini telah mengobati perih ini, karena sahabatku, sahabat yang kucintai akan segera menggenapkan dinnya, akan segera memenuhi panggilan jihadNya untuk jadi ibu rumah tangga.

Persahabatan ini tidak akan berakhir, tidak akan pernah, justru persahabatan ini telah mengalami sedikit masa pendewasaan.


Aku tidaklah ditinggalkan. Aku tetaplah sahabatnya. Aku tetap akan jadi orag yang penting baginya. Aku yakin itu...

Dan satu hal lagi, bahwa aku akan banyak belajar darinya.


Teruntuk Raden Ayu, ”moga Allah memudahkan jalanmu untuk segera menggenapkan dinmu. Barokallahu laka wa barokah ’alaika wajama’a bainakuma fii khoirin.”

6 Komentar:

Anonymous Anonim mengatakan...

Subhanallah...
Barokallahu laka wa barokah ’alaika wajama’a bainakuma fii khoirin.
Aamiin...

Yang ada hanya, haru... mengingat semuanya... tentang kita
Belajar bersama, berdiskusi, berdebat, bercanda, bercerita, berbagi
aku merindukan semuanya
aku merindukan kalian

12 Maret 2009 pukul 01.50  
Anonymous Anonim mengatakan...

iya, aku juga kangen saat2 kita ngumpul bareng...
ternyata kita semua sudah dewasa ya...
bukan anak2 lagi
kita ternyata sudah waktunya untuk menjalankan amanah yang lebih besar lagi.
subhanallah...

12 Maret 2009 pukul 02.09  
Anonymous Anonim mengatakan...

shell-v
Ya Allah...
Barokallahu laka wa barokah ’alaika wajama’a bainakuma fii khoirin.

andai boleh mengulang lagi...aku inggin bersama kalian sekali lagi...
sekali lagi...

12 Maret 2009 pukul 02.29  
Anonymous Anonim mengatakan...

Loopn4

Alhamdulillah...seneng banget dengar berita ini...

Selamat ya buat yang mau menikah...

kapan ya kita2 menyusul, hehehe...mudah2an segera menyusul....amin...:)

12 Maret 2009 pukul 20.36  
Anonymous Anonim mengatakan...

yo....
operasi pencarian suami dimulai
hahahha

semoga dengan ada yg memulai, maka yang lain juga akan disegerakan
Amin

12 Maret 2009 pukul 20.55  
Anonymous Anonim mengatakan...

subhanalloh ..
Allohumma Amiin..

terima kasih teman2 atas doanya..

diri ini sangat mengharap doa dan nesehat dari teman2 semua,.. reti, selvi, mbak lupna, catur hehe.. matur nuwun..

ana uhibuki fillah..

12 Maret 2009 pukul 22.18  

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda