Sentuhan Tersembunyi
Dalam hidup, banyak hal yang bisa kita pelajari. Baik dari bangku sekolah, dari rumah ataupun dari lingkungan. Kita mungkin menyebut bahwa dari bangku sekolah kita belajar mengasah skill kita. Lantas dari rumahlah kita belajar untuk menuangkan rasa. Namun kita sadari ataupun tidak hal yang paling sering kita pelajari adalah bagaimana menjadi orang yang lebih baik menurut versi kita sendiri. Ada banyak sekali sentuhan yang kita rasakan, baik kita sadari ataupun tidak yang telah mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Ada sentuhan terbuka seperti didikan langsung dari orang tua, tapi tidak sedikit juga sentuhan tersembunyi yang tanpa kita sadari telah mengubah jalan hidup kita. Sentuhan-sentuhan itu kita tidak tahu dari mana asalnya ataupun kapan datangnya, karena bias jadi yang memberi sentuhan itu tidak pernah tahu bahwa itu akan memberi pengaruh kuat pada kehidupan kita selanjutnya. Aku baru menyadari betapa ternyata aku telah mendapatkan begitu banyak sentuhan tersembunyi. Sebut saja salah satunya ketika aku memutuskan untuk memakai jilbab ketika kelas 3 STM. Tak ada yang menyuruhku secara langsung, bahkan aku belum tahu waktu itu bahwa Allah jelas memerintahkan kaum hawa untuk berjilbab seperti yang ada dalam Al-Quran Surat An-Nuur:31. Tapi di suatu pagi ketika aku bangun tidur dan aku melihat jalan (itupun bukan jalan raya yang besar) aku merasa takut, bagaimana jika nanti aku mati? Apa yang sudah kulakukan. Kemudian entahlah apa yang mengilhamiku untuk memakai jilbab padahal aku tidak tahu bahwa tidak memakai jilbab dosa, dan dosa pasti ada siksanya.
Dan sekarang aku menebak bahwa itulah sentuhan tersembunyi. Mungkin Allah langsung yang menyentuhku dengan langsung mengilhamkan rasa takut di dadaku. Atau melalui salah satu makhluknya yang tanpa kusadari telah memberi pengaruh padaku.
Nah teman, mari kita ingat kembali sentuhan-sentuhan tersembunyi yang kita rasakan dan mari kita evaluasi, semoga dengan begitu kita menjadi manusia yang senantiasa selalu lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi.
